Tradisi atau memang suatu keharusan ya??
Yupz...mudik memang mungkin menjadi suatu tradisi bagi para perantau.Ku pikir sebenarnya mudik ini ga harus menunggu moment lebaran. Sudah menjadi kewajiban bagi seorang anak untuk menjenguk orang tuanya yg brada di kampunng halaman yang mungkin ga bisa dibilang dekat. Mungkin ada yg merantau keluar pulau?tentunya butuh waktu,tenaga dan juga materi.Namun semua itu tidak akan menjadi berarti ketika kita sudah berada di tengah2 keluarga yang kita cintai. Segala rasa lelah selama perjalanan terbayar sudah dengan melihat senyum dan raut kebahagiaan sanak keluarga,orang tua menyambut kedatangan kita.
Mudik menjadi momen untuk mengenang kembali masa2 kecil qt,masa2 ketika qt masih bersama2 teman satu kampung sewaktu remaja dulu. Tapi kadang jika qt tak mengikuti perkembangan atau keadaan di kampung,sering kita dapati cerita ketika qt sampai di kampung halaman,bahwa si A sudah menikah,si B sudah melahirkan dan sebagainya. Nah kadang bagi kita yg mungkin masih brstatus single,pasti ada saja yg bertanya "kapan menikah?" Hmm...pertanyaan sederhana tapi efeknya berasa sekali ketika didapati qt masih single,sedang teman2 bahkan adik2 yg umurnya lebih muda dr kita sudah berkeluarga.
Namun semua itu tak menjadikan qt pesimis atau malu...toh semua sudah ada yang mengatur. Hanya butuh berikhtiar dan berdoa serta tetap bersabar ^_^